Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts
Tuesday, 14 September 2010
Alpukat & Kedelai pencegah Stroke
Jika Anda tengah mencoba pola hidup sehat demi menghindari serangan stroke dan jantung koroner, sebaiknya Anda pertimbangkan untuk memperbanyak jumlah sayuran dan buah-buahan seperti buncis, alpukat, jus prem, kacang kedelai dan yoghurt.
Pasalnya, kandungan tinggi potasium pada sayuran dan buah jenis itu bisa mengurangi risiko terkena dua penyakit mematikan tersebut. Demikian kesimpulan hasil riset yang diperesentasikan dalam konferensi American Heart Association’s Nutrition, Physical Activity and Metabolism yang berlangsung di San Fransisco, Amerika Serikat, Jumat (5/3).
Kesimpulan ini berdasarkan hasil analisa terhadap 10 riset yang dipublikasikan antara 1966 hingga 2009. Selama rentang empat periode, total 280.000 sukarelawan dengan rentang usia 5-19 tahun tercatat 5.500 individu terkena stroke dan kurang lebih 3.100 terserang penyakit jantung koroner.
“Tingginya kadar potasium bertalian erat dengan penurunan resiko terkena Stroke sebesar 19% dan penyakit jantung korones sebesar 8%. Hasil riset sangat mendukung rekomendasi kepada masyarakat untuk meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung kadar potasium tinggi guna menghindarkan diri dari penyakit kardiovaskular,” ungkap salah seorang peneliti, Dr. Pasquale Strazzullo dari University of Naples, Italia.
Sebelumnya, riset yang dikerjakan Pasquale dan kolega memeriksa kasus stroke lebih dari 20.000 laki-laki dan perempuan berusia antara 20 hingga 60 tahun. Pada awal riset, keseluruhan sukarelawan tidak beresiko terkena penyakit kardiovaskular namun 10 tahun kemudian, 223 diantaranya terkena stroke.
Usai menganalisa setiap catatan kesehatan relawan, para peneliti menemukan fakta penting. Para peneliti mencatat individu dengan asupan makanan buah dan sayuran lebih dari 262 gram perhari memiliki resiko terkena stroke sebesar 36%. Sebaliknya, individu yang hanya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan 92 gram per hari beresiko tinggi terkena stroke.
Sementara itu, peneliti asal Wageningen University, Linda Oude Griep berpendapat sebaliknya. Ia menilai tidak ada hubungan antara resiko stroke dengan minimnya konsumsi buah dan sayuran.
Pada tahun 2006, American Heart Association mengeluarkan panduan pola makan baru yang menyarankan asupan potasium hingga 4,7 gram per hari. Saat itu, para peneliti berpendapat peningkatan asupan potasium dan penurunan sodium mungkin merupakan hal terpenting untu pola makan sehat yang diperlukan untuk mengurangi penyakit kardiovaskular.
Beberapa penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa pola makan dengan asupan magnesium 500-1000 mg per hari ditambah dengan 800 mg kalsium dapat risiko tekanan darah tinggi.
5 makanan bikin lelaki jadi super
PILIHAN makanan sangat berkaitan dengan kesehatan lelaki. Tomat dan bawang misalnya, diklaim sangat bagus untuk menjaga kesehatan prostat. Berikut lima makanan super yang bisa membantu Anda memperbaiki kesehatan.
Saus tomat
Lelaki yang mengonsumsi banyak tomat, saus tomat atau pizza dilapisi saus tomat, menurut peneliti dari Harvard, sudah melakukan tindakan pencegahan kanker prostat. Peneliti dari Harvard mempelajari kebiasaan makan dari 47.000 lelaki yang bekerja sebagai praktisi kesehatan.
Mereka menemukan, lelaki yang makan saus tomat dua hingga empat kali per minggu berisiko 35 persen lebih rendah mengalami kanker prostat dibandingkan lelaki yang tidak mengonsumsi saus tomat. Manfaat perlindungan ini, terang peneliti, berasal dari kandungan lycopene dalam tomat.
Akan tetapi, menurut temuan peneliti, jus tomat tidak memberikan perlindungan yang sama. Berdasarkan temuan studi lain, lycopene sebaiknya dimasak dengan lemak untuk meningkatkan penyerapan. Jadi, pizza bisa menjadi pilihan yang baik.
Kerang
Kerang diyakini bagus untuk meningkatkan gairah seksual. Dan keyakinan ini didukung juga oleh temuan ilmiah. Dua hingga tiga kerang saja bisa memenuhi jumlah anjuran seng harian. Seng merupakan mineral yang sangat penting untuk menjaga fungsi sistem reproduksi lelaki. Para pakar berbeda pendapat mengenai laporan bahwa jumlah sperma telah menurun selama 50 tahun terakhir dan faktor lingkungan merupakan pemicunya.
Kekurangan nutrisi dinyatakan sebagai pemicu kasus rendahnya kadar testosteron. Dan memenuhi asupan besi kadang-kadang bisa mengatasi masalah ini (11 mg per hari untuk lelaki, lebih dari 40 mg bisa menimbulkan risiko). Dalam sebuah percobaan, 22 lelaki dengan kadar testosteron dan jumlah sperma rendah diberikan seng setiap hari selama 45 hingga 50 hari. Hasil menunjukkan, kadar testosteron dan jumlah sperma mereka meningkat.
Brokoli
Sebuah studi dari Harvard menemukan bahwa cruciferous vegetables, seperti brokoli, bisa mencegah kanker kandung kemih. Para peneliti menganalisis diet dari 50.000 lelaki dan menemukan, partisipan yang makan lima takar atau lebih sayran ini per minggu berisiko 50 persen lebih rendah mengalami kanker kandung kemih dalam waktu 10 tahun dibandingkan lelaki yang jarang mengonsumsi. Brokoli dan kol dinyatakan memberikan perlindungan paling kuat.
Selai kacang
Untuk menjaga kesehatan hati, jangan lupa melapisi roti Anda dengan selai kacang. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama lelaki dan perempuan. Peneliti dari Pennsylvania State University membandingkan efek penurun kolesterol dari American Heart Association’s Step II Diet dengan diet yang mengandung lemak (dari kacang) yang lebih tinggi. Rencana diet AHA melibatkan lebih banyak karbohidrat. Sedang diet berbahan dasar kacang terdiri dari 36 persen lemak.
Setelah 24 hari, kedua tipe diet terlihat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL. Tapi, diet barbahan dasar kacang juga menyebabkan penurunan lemak (trigliserida) dan tidak menurunkan kadar kolesterol baik HDL. Sedang diet AHA meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar HDL.
“Selai kacang mempunyai kandungan lemak sedikit lebih tinggi,” tutur pemimpin studi Penny Kris-Etherton, PhD, seperti dikutip situs rd.com.”Tapi, jenis lemak di dalamnya bagus untuk Anda, lemak tunggal tidak jenuh,” Para peneliti, terang Etherton, telah memperkirakan bahwa diet kacang lebih bisa mengurangi risiko penyakit jantung dibandingkan diet AHA. Akan tetapi, perhatikan jumlah konsumsi karena selai kacang tinggi kalori.
Semangka
Penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya kalsium bisa mengurangi risiko hipertensi dan stroke. Bukti yang ada begitu meyakinkan sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) mengijinkan label makanan yang menyertakan klaim hubungan antara makanan kaya kalium dan tekanan darah.
“Belum ada anjuran kalium yang jelas. Tapi target yang baik adalah sekitar 2000 miligram atau lebih sehari,” terang Kathleen Cappellano dari Tufts University di Boston. Dan semangka, terang Cappellano, merupakan pilihan makanan yang kaya kalium. Satu potong besar semangka mengandung sekitar 664 mg.
Subscribe to:
Posts (Atom)


